Resume Software Defect

Resume Software Defect

A. PENDAHULUAN

Sebuah defect adalah suatu karakteristik yang mengurangi kegunaan atau harga suatu item; atau semacam kelemahan, ketidaksempurnaan, atau kekurangan[1]. Software defect merupakan segala cacat atau ketidaksempurnaan didalam produk software (program komputer, perencanaan, dokumentasi terkait, atau data) atau proses software (aktivitas, metode dan transformasi yang digunakan untuk mengembangkan dan mengelola produk software). Software defect merupakan perwujudan dari kesalahan manusia (produsen software); biar bagaimanapun tidak semua kesalahan manusia merupakan defect, dan tidak semua defect merupakan hasil kesalahan manusia. Ketika ditemukan di dalam executable code, sebuah defect lebih sering disebut fault atau bug. Sebuah fault adalah langkah program, proses, atau data yang salah di dalam program komputer. Fault merupakan defect yang menetap di dalam software sampai software tersebut dieksekusi.

Istilah lain yang berhubungan dengan software defect adalah sotware problem. Software problem adalah sesuatu yang ditemui manusia dari software yang menyebabkan kesulitan, keraguan, atau ketidaktentuan dalam penggunaan atau pemeriksaan software. Dalam lingkungan dinamik (operasional), beberapa problem/masalah mungkin disebabkan oleh failure. Suatu software failure terjadi selama eksekusi program. Sebuah failure disebabkan oleh fault, yang mana defect ditemukan dalam executable code. Dalam lingkungan statis (non-operasional), seperti inspeksi kode, suatu problem mungkin disebabkan oleh defect. Diantara lingkungan dinamik dan statis, problem munbkin disebabkan oleh kesalahpahaman, kesalahan penggunaaan atau sejumlah faktor lain yang tidak berhubungan dengan produk software yang sedang digunakan.

B. 10 HAL TENTANG SOFTWARE DEFECT

Berikut ini daftar 10 hal teratas dalam software defect reduction  yang disesuaikan dari “Industrial Metrics Top 10 List” (B. Boehm, IEEE Software, Sept. 1987, pp. 84-85)

1. Menemukan dan memperbaiki software problem setelah delivery seringkali 100 kali lebih mahal daripada menemukan dan memperbaikinya selama fase requirements and design. Sebagaimana yang diobservasi Boehm di tahun 1987, “pengetahuan ini telah menjadi penggerak utama di dalam memfokuskan praktek industri software pada desain dan analisis kebutuhan yang teliti, verifikasi dan validasi sejak permulaan, serta prototyping dan simulasi di awal untuk mencegah masalah beruntut yang menghabiskan biaya.” Penggunaan kata “seringkali” dikarenakan pada sistem software yang kecil dan noncrtical lebih mendekati 5:1 daripada 100:1.

Unduh Resume Software Defect selengkapnya disini

Pengirim :

Fb : Nagato

Kampus : UMC

Kab/kota : Cirebon

0 komentar:

Posting Komentar

Jika anda ingin berbagi makalah,materi atau tugas kuliah lainnya silahkan disini

 
Top